Sosialisasi RPPEG untuk Perlindungan Kawasan Gambut dan Pencegahan Karhutla di Jambi

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi menggelar sosialisasi Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut

Reporter: Andra Rawas | Editor: Izwan Sholimin

Guna mematangkan perencanaan perlindungan kawasan gambut serta memperkuat kolaborasi dalam pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla di wilayah gambut hingga tiga puluh tahun ke depan, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi menggelar sosialisasi Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut, atau RPPEG. Kegiatan yang dihadiri sebanyak seratus enam puluh lima peserta ini, melibatkan unsur pemerintah, kementerian, akademisi, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat. S

osialisasi RPPEG ini meliputi wilayah Provinsi Jambi, Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, hingga Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Forum ini bertujuan menjadi ruang bersama untuk menyelaraskan dokumen perencanaan dengan kebutuhan aksi nyata di lapangan.

Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani; Komandan Korem 042/Gapu, Brigjen TNI Nyamin; Kasubdit Pengolahan Ekosistem Gambut Kementerian Lingkungan Hidup, Muh. Askari; serta perwakilan Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup, Sigit Reliantoro.

Turut hadir pula Wali Kota Jambi, Maulana; Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno; Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Muslim Tanja; serta Kepala BMKG Jambi, Tri Agus Pramono; beserta sejumlah perangkat daerah dan perwakilan lembaga internasional. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, Arief Munandar, menyebutkan bahwa penyusunan dan implementasi RPPEG harus disertai aksi konkret di daerah untuk menjaga kawasan gambut. Pemerintah Provinsi Jambi saat ini juga telah memiliki Tim Pendamping Restorasi Gambut di lapangan.

Sementara itu, Komandan Korem 042/Gapu Jambi, Brigjen TNI Nyamin, menilai langkah strategis ini sangat penting agar bencana kebakaran lahan gambut tidak terus berulang di Provinsi Jambi. Rangkaian acara diisi dengan diskusi panel bersama para kepala daerah dan unsur pimpinan terkait kebijakan pengelolaan gambut.

Selain itu, digelar pula pameran produk UMKM, produk unggulan desa binaan, serta inovasi lokal. Melalui forum ini, dokumen perencanaan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi platform bersama untuk menyatukan kebijakan, ilmu pengetahuan, investasi, serta kekuatan masyarakat, sebagai fondasi penting pelindungan ekosistem gambut di masa depan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait

Berita Lainnya